Senin, 29 September 2008

Ngapain tangan mu van

?

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Bab I Guling

Wehe... Mahal 12rb per porsi. Sosisnya enak. Lokasi lod tunduh.

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Sabtu, 27 September 2008

Nginx and php5

Yes!! Work on ram 64mb vps

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Info Jalan Raya via CCTV

http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-padalarang.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-padalarang.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-karanganyar.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-karanganyar.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-kadipaten.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-kadipaten.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-patrol.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-patrol.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-losari.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-losari.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-comal.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-comal.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-sumpiuh.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-sumpiuh.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-subang.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-subang.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-cijelag.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-cijelag.php>
http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-sadang.php
<http://ltmc-hubdat.dephub.go.id/ltmc_baru/kamera-view-sadang.php>

http://mudik.banten.go.id/ <http://mudik.banten.go..id/,>
www.palembang.go.id <http://www.palembang.go.id>

Yang di denpasar, belum paham dimana aksesnya (di renon sudah ada 1 CCTV
tak liat di sebelah jalan)

Kamis, 25 September 2008

Indonesia...

Dunia masih takut padamu...

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Ban Kiri Belakang COPOT!!!

Nasib sial walaupun beruntung.
Pagi tadi, hard day. Berangkat dari karangasem, rencana memang kemaren
malem setelah upacara, tapi niat tersebut urung dilakukan entah kenapa
akhirnya memilih pagi hari sepagi mungkin.
Jalan sebelum masuk Baypass sich masih ok, ok saja. Cuman merasa sudah
terganggu di baypass dekat sanur, kecepatan 60km/jam sudah terasa
mengguncang. Akhirnya pelan-pelan saja.
Walhasil di hayam wuruk, dekat depan kantor notaris suara bising dari
belakang terdengar. Prak... Jalanan lumayan ramai, akhirnya dengan sigap
langsung masuk ke sela mobil parkir. Lihat kaca spion kiri, dan bang...
ban berubah posisi 45 derajat.
Matiin mesin, dan bernapas sedikit. Turun dan melihat, kebelakang, ban
copot. Damn!!! Kenapa harus pagi ini. Pak Satpam sebuah TK menunjuk ke
samping kiri jalan rasa sembari berkata, "dik, itu bautnya..." sontak,
dengan tanpa basa basi langsung ambil dan bilang makasi pak. Gak mau
liat muka orang lama-lama. Telepon kesana-kemari, gak ada yang angkat.
Ada satu yang ngangkat, tapi posisinya di Utara Mambal. Duh, saatnya
jalan kaki pagi hari mencari bengkel. Terlihat sebuah bengkel AC
seberang jalan, berdoa agar ada dongkrak eh ternyata memang harus jalan
kaki lagi. Jalan menuju ke utara dekat Pompa Bensin, hmm gak ada tuch.
Balik lagi, ke selatan, ketemu mobil derek, eh ditanya malah jawab gak
melayani dongkrak-dongkrak. Hiks...
Sontak melihat seberang jalan ada tempat cuci mobil. Tanya, dan jawaban
juga tidak ada dongkrak. Kemudian untung di seberang jalan ada bengkel
las dan dikatakan kalau sebelah kiri bengkel las ada bengkel mobil. Ok,
cabut kesana. Dan sang montir masih mengerjakan mobil dan diminta
menunggu. Yach, jalan kaki lagi baliknya (pinginnya sich biar dibonceng
si montir xixixixi... :) Tapi lega juga yang penting sudah dapat
montirnya. Balik lagi ke TKP. Di TKP sudah ada pemilik rumah kantor yang
depannya tak parkirin sembarangan. Pertama sich sewot, tapi setelah coba
bilang maaf pak, ban saya copot. Wah, akhirnya ngobrol asik dech sama
bapak itu. :D (thanks pak)

Tak lama datanglah sang montir. Sambil bilang hal-hal menakutkan tentang
kejadian-kejadian mobil copot ban (yach walaupun ujung-ujungnya bilang
nanti baut as nya diganti, bisa kok dateng ke bengkel, dibongkar dan
dibelikan baut as yang sama). Ok dech, nanti saya kesana. Walhasil 30rb
melayang.

Selesai, Langsung menuju kantor. Setelah bikin macet jalan Hayam Wuruk.

Hal yang kedua yang bikin berat berpikir, Singapore not accessible.
Phone from the Bos. Byuh, hal itu terjadi ketika lagi jalan mencari
bengkel. Haaaa.... bos i lagi jalan bos nyari bengkel, bla... bla...
bla... laptopnya lagi jauh, gak kebawa... arghhhh... Sontak jalan kaki
jadi dipercepat mondar mandir hayam wuruk dan keringat pun menetes...
Damn sambil menunggu montir, action tanpa pikir panjang, reboot. Dan
setelah sampai di kantor baru eksekusi investigasi (there is no log
reported faild!!! heran apanya yach, still looking.).

Jumat, 19 September 2008

BBC kopdar and bubar

Bbc kopdar.

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Hacking wordpress

This is not trying to hack the wordpress system. But only know more wordpress. Happy wp! Http://www.iklanbiru.com

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Sabtu, 13 September 2008

Surfing anonimously

Surf safe toolkits

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Sabtu, 06 September 2008

Diying!

2 ko

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Work and fish

Who put that on my table?

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

Senin, 01 September 2008

Perjalanan ke Terunyan

Sekitar 2 jam dari Singapadu menuju Pelabuhan Dermaga I SpeedBoat. Masuk
ke tempat parkir, menanyakan apakah bisa menggunakan jalan darat menuju
Desa Terunyan. Bapak Parkir bilang kalau bisa menggunakan jalan darat
menuju desa Terunyan, namun unutk mencapai kuburan, memang harus
menggunakan speedboat. Tidak ada alternatif yang nyaman menuju jalan
kuburan melalui jalan darat kecuali merosot dari atas tebing.

Lumayan lama diam di Dermaga I karena harga penyeberangan cukup mahal.
Namun ada juga yang menawarkan dengan harga sedikit miring. Sampai
aklhirnya seorang kakek tua menyarankan untuk membeli tarif resmi di
loket saja. Hmm, memang diitung-itung dengan harga resmi kita bisa
merasakan aman dalam perjalanan (i hate water adventure) walaupun dengan
harga yang agak mahal (54.000,-/orang - kalau rombongan bisa lebih murah
lagi).

Akhirnya kita berangkat dari Dermaga I dengan rute ke Dermaga II Desa
Terunyan kemudian dilajutkan ke Dermaga III Kuburan Terunyan. Kita
sebagai tamu memang dibebaskan lama waktu untuk mengunjungi
tempat-tempat tersebut. Desa Terunyan menjadi tujuan hanyalah untuk
bersembahyang. Setelah melewati beberapa rumah, terkesan sudah modern
dan banyak terdapat kendaraan roda dua milik warga. Masih bingung dengan
asal muasal pendapatan mereka, jika dilihat dari kontur tanah yang hanya
bisa ditanamin beberapa produk sayuran.

Beberapa penduduk disana memang ramah sekali, cuman saya sedikit curiga
dengan keramahan tersebut. Jarang sekali melihat keramahan semacam itu
jika tidak ada niat dan tujuannya. Sudahlah, kecurigaan hanya perasaaan
negative saya yang coba saya anggap cobaan pada waktu sembahyang.
Setelah selesai sembahyang, akhirnya kita beranjak pergi. Saya merasakan
diri saya harus cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut karena saya
sudah sangat dihantui kecurigaan. Saking tergesa-gesanya, saya pun di
depan. Dan memang benar, dengan nada yang santai seseorang mendekati
saya dan menanyakan, apakah ada sesuatu yang bisa digunakan sebagai
bantuan untuk warga disana. Terjawab sudah. Karena saya tidak membawa
uang sepeserpun akhirnya saya bergeser ke belakang. Berbisik minta
sumbangan dan menyerahkan kepada Bendahara, sambil bergegas ke Dermaga
II sambil berguman, semoga masih banyak orang yang disana yang masih
bisa berbuat baik dan ramah tanpa harus mengharapkan sesuatu.

Ok. Saatnya menuju ke Dermaga III Kuburan Terunyan. Tidak sampai 5 menit
sudah sampai ke tempat tujuan. Memang masih ada peminta-minta, cuman ada
2 orang saja tidak seperti yang diceritakan pada masa lalu yang
jumlahnya banyak sekali.
Masuk ke tempat yang sekarang telah menjadi objek wisata, sudah disambut
oleh sang pramuwisata yang ramah pula. Keramahan yang sudah bisa
terbaca. Namuna ada juga sisi positifnya, kita mendapatkan informasi
tentang kuburan tersebut. Memang, mayat yang dikatakan baru 5 hari
tersebut tidak menyebarkan bau busuk sama sekali. Dikatakan bahwa pohon
taru menyan yang kita jumpai pertama kali dari gerbang yang menyerap bau
serta menebarkan aroma yang harum (perpaduan antara Kapur Bogus dan
Ambipur Car:).

Setelah beberapa menit disana, kita beranjak pulang. Sama halnya di desa
Terunyan, kita diminta untuk bersedekah disebuah tempat. Tempat tersebut
sudah terisi sejumlah uang dengan nominal yang sangat besar 50.000,-
Untunglah teman yang sudah berpengalaman kesana menganjurkan dan
mengatakan itu hanya uang pancingan agar kita bisa memberikan lebih atau
minimal sama dengan yang sudah ada. Pintar juga, amal saja terkadang ada
nilai harga dirinya :D
Karena nominal yang kita taruh sangat jauh sedikit jumalahnya dari yang
telah ada, sang pramuwisata pun bersilat lidah dengan meminta
punia/sedekah untuk dirinya agar bisa membeli rokok dan lain sebagainya.
Weleh, hanya saja karena memang tidak membawa uang sepeserpun, yah apa
mau dinyana.

Setelah itu kita meluncur kembali ke Dermaga I dari Demaga III. Sampai
Dermaga III sang navigator cilik masih sempat menanyakan uang ekstra
kembali, GRRRRRRRRRRRRRRR..... Perjalanan yang cukup melelahkan.

Rincian Biaya :
Parkir Dermaga I : Rp. 2.000,-
SpeedBoat : Rp 374.000,- ( 7 orang ) + Rp.54.000,- (Ekstra 1 orang)
Sumbangan di Desa Terunyan : Rp 20.000,-
Sumbangan di kuburan : Rp 5.000,-
Sumbangan pada pramuwisata : Rp 5.000,-
Sedekah ke peminta-minta : Rp 1.000,- x 2 orang
Sumbangan ke tukang pengusung tangga pelabuhan III : Rp 1.000,-
Sumbangan uang ekstra ke navigator cilik : Rp 1.000,-

Saran :
- Untuk lebih hemat menuju pemakaman, alangkah baiknya langsung menuju
pelabuhan (Dermaga II) di Desa Terunyan lewat jalan darat. Dari Dermaga
II Desa Terunyan ke Dermaga III Kuburan Terunyan tarifnya sekitar Rp
200.000,- untuk 1 boat.
- Persiapkan uang receh. Jangan pernah jaga gengsi untuk beramal
(nominal tidak masalah, yang penting rela).